
Benih itu digali dari fosil sebuah lubang milik tupai tanah di Siberia. Benih itu pun awet di kedalaman 38 meter dengan suhu dibawah nol derajat. Para peneliti menemukannya dalam keadaan "mati suri" oleh lapisan es yang berfungsi sebagai pembeku gen.
Hingga sekarang Silene masih tumbuh di wilayah Rusia. Namun, ukuran tumbuhan perdu yang bertunas bunga putih kecil itu lebih besar dari Silene kuno. Kini Silene kuno itu mampu tumbuh, berbuah dan menghasilkan biji.
Penemuan ini menimbulkan gagasan bahwa beberapa bentuk kehidupan yang telah lama hilang atau punah mungkin tersimpan dalam suatu lempengan es. Sehingga memungkinkan untuk menemukan jenis-jenis langka lainnya.
sumber : wowkeren.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar